JAKARTA, 16 Juni 2026 – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah (PP GPA) secara resmi merilis pernyataan sikap menyikapi berkembangnya narasi provokatif di ruang digital yang menyudutkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Ketua Umum PP GP Al Washliyah, H. Aminullah Siagian, menegaskan bahwa seluruh kader pemuda Al Washliyah siap berada di garda terdepan untuk menjaga stabilitas negara dan mengawal kepemimpinan nasional yang sah.
Dalam rilis resmi yang dikeluarkan di Jakarta hari ini, PP GP Al Washliyah menyampaikan empat poin utama sebagai berikut:
1.Apresiasi Capaian Penyelamatan Aset Negara
PP GPA memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keberhasilan nyata Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Melalui kinerja taktis Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih (Satgas PKH), negara tercatat berhasil menyelamatkan aset sebesar Rp 371,1 Triliun. Capaian ini menjadi bukti konkret komitmen kuat pemerintah dalam menjaga kekayaan rakyat.
2.Tolak Keras Provokasi dan Desakan Mundur
PP GPA menolak keras segala bentuk gerakan, opini, maupun tuntutan yang mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mundur dari jabatannya. H. Aminullah Siagian menilai gerakan tersebut sama sekali tidak memiliki dasar hukum maupun indikator kinerja yang valid, melainkan sarat akan muatan politis kepentingan kelompok tertentu yang ingin mengganggu stabilitas nasional.
3.Komitmen Total Mengawal Pemerintah
Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah menyatakan komitmen penuh untuk mengawal jalannya pemerintahan sah Presiden Prabowo Subianto. PP GPA mendukung penuh keberlanjutan agenda strategis nasional, khususnya dalam misi pemberantasan korupsi secara sistemik dan penutupan segala celah kebocoran anggaran negara.
4.Himbauan kepada Pemuda dan Masyarakat Luas
- Aminullah mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda dan netizen, agar lebih bijak dalam menyaring informasi. Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi digital negatif yang sengaja diembuskan untuk mendegradasi, mengaburkan, dan mengecilkan prestasi-prestasi besar yang telah diraih oleh pemerintah.
“Kami mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk fokus pada narasi pembangunan dan persatuan. Prestasi penyelamatan aset ratusan triliun ini adalah bukti kerja nyata yang harus kita dukung, bukan malah diganggu dengan provokasi yang tidak produktif,” ujar H. Aminullah Siagian dalam penutupnya. (RED)





















