Keluarga Korban yang Dijadikan Tersangka: Kami Diminta Redam Berita, Tapi Tak Ada Kepastian

MEDIA PAKAR

- Redaksi

Jumat, 3 April 2026 - 02:21 WIB

5064 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan | Hampir dua bulan berlalu sejak Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak disebut berjanji akan menuntaskan kasus korban pencurian yang justru dijadikan tersangka. Namun hingga kini, keluarga mengaku belum menerima kepastian hukum sedikit pun.

Publik masih mengingat bagaimana kasus ini viral dan menggemparkan Indonesia. korban pembobolan toko ponsel di Pancur Batu yang disebut membantu proses penangkapan pelaku justru berbalik menjadi tersangka atas laporan keluarga pelaku pencurian. Kasus ini bahkan telah mendapat atensi dari Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman.

Namun setelah sorotan publik mereda, keluarga menilai prosesnya seperti jalan di tempat.

Dijanjikan Dua Minggu, Kini Hampir Dua Bulan
Keluarga mengungkapkan bahwa pada 10 Februari 2026 mereka bertemu langsung dengan Kapolrestabes Medan di sebuah kafe kawasan Petisah. Dalam pertemuan itu, Kapolrestabes disebut meminta agar pemberitaan yang telah viral “diredam” dan “didinginkan”.

“Beliau bilang paling lama dua minggu akan selesai. Kami diminta jangan lagi memviralkan dan supaya situasi kondusif,” ujar perwakilan keluarga.

Bukan hanya itu, keluarga juga mengaku diminta membuat video permintaan maaf dan video ucapan terima kasih atas penangguhan penahanan terhadap Putra Sembiring. Video tersebut telah dibuat dan dikirimkan sesuai permintaan.

Namun setelah itu? Sunyi.

Mendekati tenggat dua minggu tidak ada perkembangan. Kini hampir dua bulan berlalu, belum ada keputusan yang menjawab nasib hukum korban yang dijadikan tersangka tersebut.

Diundang Bertemu, yang Datang Bukan Kapolrestabes

Pada 20 Februari 2026, keluarga kembali dihubungi oleh seorang pria yang mengaku ajudan Kapolrestabes. Pertemuan dijadwalkan di Perintis Kuphi. Keluarga datang dengan harapan mendapatkan kepastian.

Namun yang hadir bukan Kapolrestabes, melainkan dua anggota Intelkam dari Polrestabes Medan.

“Kami datang karena dijanjikan bertemu Kapolrestabes. Tapi yang hadir bukan beliau. Kami malah diminta buat video lagi,” ujar keluarga dengan nada kecewa.Jumat 3 April 2026

Tak lama setelah itu, keluarga kembali diajak bertemu. Namun yang hadir hanya pejabat internal, dan mereka diarahkan untuk menempuh perdamaian dengan pelapor.

“Kalau memang mau diselesaikan sesuai janji dua minggu, kenapa sekarang justru kami disuruh berdamai? Lalu bagaimana dengan komitmen yang dulu disampaikan?” tanya keluarga.

Publik Mulai Bertanya

Kasus ini dinilai mencederai rasa keadilan masyarakat. Korban pencurian yang disebut membantu proses penangkapan pelaku justru harus menghadapi status tersangka. Ketika pimpinan institusi berjanji menyelesaikan dalam waktu singkat, publik tentu menunggu realisasi, bukan sekadar ucapan.

Apalagi perkara ini telah menjadi perhatian di tingkat pusat melalui Komisi III DPR RI. Jika memang telah menjadi atensi, masyarakat berharap ada transparansi perkembangan.

“Jangan sampai saat viral dijanjikan akan selesai, tapi setelah situasi dingin semuanya dilupakan,” ujar seorang warga Medan.

Menanti Kepastian, Bukan Sekadar Janji
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak Polrestabes Medan terkait tindak lanjut konkret atas janji penyelesaian dalam tempo dua minggu tersebut.

Keluarga menegaskan mereka hanya meminta satu hal: kepastian hukum.

Sebab dalam negara hukum, keadilan tidak boleh bergantung pada seberapa ramai sebuah kasus diperbincangkan. Dan janji pejabat publik, terlebih menyangkut nasib seseorang, seharusnya bukan sekadar kalimat penenang situasi. (Red)

Berita Terkait

Ketika Kebaikan Menjadi Bahasa yang Dipahami Semua Orang
Dakwaan JPU Dinilai Prematur, Empat Terdakwa Kasus Alih Fungsi Lahan PTPN II Minta Dibebaskan
Bangkitkan Semangat Nasionalisme, Rutan Tarutung Khidmat Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional Ke-118 Tahun 2026
Sinergi Positif, Lapas Labuhan Ruku Terima Kunjungan Silaturahmi Kajari Batubara Syahrir Jasman
Upacara Hari Kebangkitan Nasional Ke-118, Gaungkan Semangat “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara
Momentum Harkitnas 2026, Kanwil Ditjenpas Sumut Perkuat Semangat Persatuan dan Integritas
Dukungan Menguat untuk PT BBI: Aturan dan Lingkungan Tetap Jadi Syarat Utama
Perkuat Deteksi Dini, Petugas Lapas Binjai Rutin Laksanakan Kontrol Brandgang

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:47 WIB

Pengedar Sabu Dibekuk Tim Gabungan Intel Kodim 0205/TK, Korem 023/KS dah Intel Kodam I / BB, Perang Terhadap Narkotika Digencarkan di Karo

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:51 WIB

Polsek Teluk Meranti Monitoring Program Ketahanan Pangan Jagung Di Pulau Muda

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:26 WIB

Panen Raya Lele 250 Kg, Lapas Kelas I Medan Optimalkan Program Ketahanan Pangan dan Pembinaan Kemandirian

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:18 WIB

Tingkatkan Kualitas SDM, Lapas Labuhan Ruku Gelar Pembinaan Pendidikan Bersama PKBM Amanah Alwasliyah Indrapura

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:25 WIB

Datuk Seri Afrizal Cik: Dukung Pembangunan & Penegakan Hukum. LAMR Jadi Tempat Keluh Kesah Anak Kemenakan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:56 WIB

Usai Ikrar Pemasyarakatan, Lapas Labuhan Ruku Gerak Cepat Lakukan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Tes Urine Petugas dan Warga Binaan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 00:41 WIB

Lapas Perempuan Kelas IIA Medan Teguhkan Komitmen Zero Halinar melalui Apel Ikrar dan Penguatan Integritas

Sabtu, 9 Mei 2026 - 00:21 WIB

Implementasi Intruksi Dirjenpas, Lapas Binjai Gelar Ikrar & Razia Gabungan Berantas Halinar Bersama Forkopimda

Berita Terbaru

MEDAN

Ketika Kebaikan Menjadi Bahasa yang Dipahami Semua Orang

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:51 WIB