Keluarga Korban yang Dijadikan Tersangka: Kami Diminta Redam Berita, Tapi Tak Ada Kepastian

MEDIA PAKAR

- Redaksi

Jumat, 3 April 2026 - 02:21 WIB

5031 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan | Hampir dua bulan berlalu sejak Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak disebut berjanji akan menuntaskan kasus korban pencurian yang justru dijadikan tersangka. Namun hingga kini, keluarga mengaku belum menerima kepastian hukum sedikit pun.

Publik masih mengingat bagaimana kasus ini viral dan menggemparkan Indonesia. korban pembobolan toko ponsel di Pancur Batu yang disebut membantu proses penangkapan pelaku justru berbalik menjadi tersangka atas laporan keluarga pelaku pencurian. Kasus ini bahkan telah mendapat atensi dari Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman.

Namun setelah sorotan publik mereda, keluarga menilai prosesnya seperti jalan di tempat.

Dijanjikan Dua Minggu, Kini Hampir Dua Bulan
Keluarga mengungkapkan bahwa pada 10 Februari 2026 mereka bertemu langsung dengan Kapolrestabes Medan di sebuah kafe kawasan Petisah. Dalam pertemuan itu, Kapolrestabes disebut meminta agar pemberitaan yang telah viral “diredam” dan “didinginkan”.

“Beliau bilang paling lama dua minggu akan selesai. Kami diminta jangan lagi memviralkan dan supaya situasi kondusif,” ujar perwakilan keluarga.

Bukan hanya itu, keluarga juga mengaku diminta membuat video permintaan maaf dan video ucapan terima kasih atas penangguhan penahanan terhadap Putra Sembiring. Video tersebut telah dibuat dan dikirimkan sesuai permintaan.

Namun setelah itu? Sunyi.

Mendekati tenggat dua minggu tidak ada perkembangan. Kini hampir dua bulan berlalu, belum ada keputusan yang menjawab nasib hukum korban yang dijadikan tersangka tersebut.

Diundang Bertemu, yang Datang Bukan Kapolrestabes

Pada 20 Februari 2026, keluarga kembali dihubungi oleh seorang pria yang mengaku ajudan Kapolrestabes. Pertemuan dijadwalkan di Perintis Kuphi. Keluarga datang dengan harapan mendapatkan kepastian.

Namun yang hadir bukan Kapolrestabes, melainkan dua anggota Intelkam dari Polrestabes Medan.

“Kami datang karena dijanjikan bertemu Kapolrestabes. Tapi yang hadir bukan beliau. Kami malah diminta buat video lagi,” ujar keluarga dengan nada kecewa.Jumat 3 April 2026

Tak lama setelah itu, keluarga kembali diajak bertemu. Namun yang hadir hanya pejabat internal, dan mereka diarahkan untuk menempuh perdamaian dengan pelapor.

“Kalau memang mau diselesaikan sesuai janji dua minggu, kenapa sekarang justru kami disuruh berdamai? Lalu bagaimana dengan komitmen yang dulu disampaikan?” tanya keluarga.

Publik Mulai Bertanya

Kasus ini dinilai mencederai rasa keadilan masyarakat. Korban pencurian yang disebut membantu proses penangkapan pelaku justru harus menghadapi status tersangka. Ketika pimpinan institusi berjanji menyelesaikan dalam waktu singkat, publik tentu menunggu realisasi, bukan sekadar ucapan.

Apalagi perkara ini telah menjadi perhatian di tingkat pusat melalui Komisi III DPR RI. Jika memang telah menjadi atensi, masyarakat berharap ada transparansi perkembangan.

“Jangan sampai saat viral dijanjikan akan selesai, tapi setelah situasi dingin semuanya dilupakan,” ujar seorang warga Medan.

Menanti Kepastian, Bukan Sekadar Janji
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak Polrestabes Medan terkait tindak lanjut konkret atas janji penyelesaian dalam tempo dua minggu tersebut.

Keluarga menegaskan mereka hanya meminta satu hal: kepastian hukum.

Sebab dalam negara hukum, keadilan tidak boleh bergantung pada seberapa ramai sebuah kasus diperbincangkan. Dan janji pejabat publik, terlebih menyangkut nasib seseorang, seharusnya bukan sekadar kalimat penenang situasi. (Red)

Berita Terkait

Semarak HBP Ke-62, Bazar Ditjenpas Sumut Diserbu Warga dan Tampilkan Karya Warga Binaan
PT Mandiri Ekspres Sejahtera Gadai Diperiksa Polisi, Nasabah Tuntut Keadilan atas Dugaan Penipuan dan Penggelapan
Polsek Pancur Batu Yang Suruh Korban Tangkap Maling !
Putra Sembiring Wartawan Korban Pencurian Yang Dijadikan Tersangka Bantah Melakukan Pengeroyokan dan Penyetruman Saat Menangkap Maling Atas Perintah Penyidik Polsek Pancur Batu
The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 17:24 WIB

Ratusan Anak Antusias Ikuti Khitan Massal Gratis oleh PDBN, PGSI dan RSINU Kerjasama Bank BTN

Rabu, 8 April 2026 - 20:06 WIB

Lindungi Generasi Muda, PW GP Al Washliyah DKI Dukung BNN Larang Vape

Jumat, 3 April 2026 - 16:13 WIB

BPN Kepri, Kemenag Kepri dan Kejati Kepri, Optimalisasi Sertipikasi 4.800 Tanah Wakaf dan Rumah Ibadah

Minggu, 8 Maret 2026 - 18:43 WIB

Pimpin Apel Ojol-Buruh di Sumsel, Kapolri Tekankan Jaga Persatuan hingga Stabilitas Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 - 01:02 WIB

Sosok Guru dan Politikus, Samsuri S.Pd.I., M.A. Dideklarasikan sebagai Capres RI 2029

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:57 WIB

Publik Apresiasi Menko Pangan Zulkifli Hasan Salurkan 10 Ribu Porsi Makanan Siap Saji bagi Pengungsi Bencana Aceh

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WIB

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Selasa, 28 Maret 2023 - 16:24 WIB

Exploring Bandung’s Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

Berita Terbaru

Kriminal

Publik Pertanyakan Proses Hukum yang Sedang Berjalan

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:50 WIB