Warga Binaan Muamar Kadafi Diduga Kendalikan Praktek Penipuan Love Scamming dari Balik Jeruji Besi, Tiap Hari Raup Puluhan Juta Rupiah

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Kamis, 9 Juli 2026 - 04:26 WIB

5010 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN –

Seorang warga binaan berinisial Muammar Kadafi alias Dafi diduga mengendalikan praktik penipuan love scamming dari balik jeruji besi dengan memanfaatkan alat komunikasi ilegal.

Sumber menyebutkan, Rabu (8/7), dalam aksinya, Dafi merekrut sejumlah perempuan, salah satunya berinisial Lia, warga Palembang, untuk menjebak dan memeras para korban.

Modus yang dijalankan disebut dilakukan secara terorganisir. Para wanita menghubungi calon korban dan mengajak melakukan video call bermesraan.

Percakapan tersebut kemudian direkam menggunakan aplikasi perekam layar tanpa sepengetahuan korban.

Setelah rekaman diperoleh, korban dihubungi oleh Muammar Kadafi atau pihak lain yang mengatasnamakan komplotannya.

Korban kemudian diancam bahwa rekaman video call tersebut akan disebarluaskan apabila tidak menyerahkan sejumlah uang.

Nilai pemerasan yang diminta disebut berkisar mulai dari Rp5 juta hingga puluhan juta rupiah.

Apabila dugaan ini terbukti, kasus tersebut menunjukkan adanya penyalahgunaan alat komunikasi ilegal di dalam lembaga pemasyarakatan dan menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.

Penyelidikan menyeluruh diperlukan untuk mengungkap jaringan yang diduga terlibat serta memastikan seluruh pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Red)

Berita Terkait

Ratusan Warga Antre Makan Gratis, Dapur Umum GRIB Jaya Medan Jadi Oase Kepedulian
Soto, Mie Tiaw, dan Opak Pedas Hangatkan Hati Warga Di Dapur DPC GRIB Jaya Medan
Puluhan Emak-Emak Geruduk Polsek Tanjung Morawa, Minta Dugaan Pembiaran Penyerangan FKPPI Diusut Tuntas
Kapolri Serahkan Bantuan Peralatan Karhutla di Riau, Ingatkan Ancaman El Niño dan Prioritaskan Pencegahan
Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi, Total 110 Unit Perkuat Konektivitas dan Kesejahteraan Masyarakat Riau
Konsisten, PTPN IV Palmco Tahun Ini Bagikan Dividen Rp2,83 Triliun
Mengaku Ditembaki Saat Menuju Markas FKPPI, Muhammad Zakri Resmi Lapor ke Polsek Tanjung Morawa
Gerombolan Preman Bersenjata dan Bom Molotov Diduga Pimpinan DP Cs Secara Brutal Tembaki Anggota FKPPI, Rusak Rumah Warga dan Dua Kantor FKPPI

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:27 WIB

Ratusan Warga Antre Makan Gratis, Dapur Umum GRIB Jaya Medan Jadi Oase Kepedulian

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:23 WIB

Soto, Mie Tiaw, dan Opak Pedas Hangatkan Hati Warga Di Dapur DPC GRIB Jaya Medan

Kamis, 9 Juli 2026 - 04:26 WIB

Warga Binaan Muamar Kadafi Diduga Kendalikan Praktek Penipuan Love Scamming dari Balik Jeruji Besi, Tiap Hari Raup Puluhan Juta Rupiah

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:22 WIB

Kapolri Serahkan Bantuan Peralatan Karhutla di Riau, Ingatkan Ancaman El Niño dan Prioritaskan Pencegahan

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:53 WIB

Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi, Total 110 Unit Perkuat Konektivitas dan Kesejahteraan Masyarakat Riau

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:33 WIB

Konsisten, PTPN IV Palmco Tahun Ini Bagikan Dividen Rp2,83 Triliun

Rabu, 8 Juli 2026 - 00:15 WIB

Mengaku Ditembaki Saat Menuju Markas FKPPI, Muhammad Zakri Resmi Lapor ke Polsek Tanjung Morawa

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:23 WIB

Gerombolan Preman Bersenjata dan Bom Molotov Diduga Pimpinan DP Cs Secara Brutal Tembaki Anggota FKPPI, Rusak Rumah Warga dan Dua Kantor FKPPI

Berita Terbaru