Kapolri Serahkan Bantuan Peralatan Karhutla di Riau, Ingatkan Ancaman El Niño dan Prioritaskan Pencegahan

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:22 WIB

5039 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAMPAR –

Menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun langsung mengecek kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau, Rabu (8/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Kapolri juga menyerahkan bantuan berbagai peralatan penanggulangan karhutla kepada Polda Riau sebagai penguatan kesiapan personel di lapangan.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Upacara SPN Polda Riau tersebut dihadiri Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, jajaran pejabat utama Mabes Polri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau, kepala daerah, serta unsur TNI, BPBD, Basarnas, BMKG dan instansi terkait lainnya.

Setibanya di SPN Polda Riau, Kapolri menerima paparan dari BPBD Provinsi Riau mengenai kondisi terkini karhutla, termasuk perkembangan titik panas dan langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan.

Selanjutnya, Kapolri meninjau langsung gelar kesiapan personel dan peralatan penanggulangan karhutla yang dipandu Karo Ops Polda Riau sebelum menyerahkan bantuan peralatan kepada Kapolda Riau.

Dalam keterangannya kepada awak media, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman karhutla di Bumi Lancang Kuning.

“Terima kasih atas sinergi dan kolaborasi seluruh pihak. Inilah kekuatan yang kita butuhkan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau,” ujarnya.

Kapolri mengungkapkan, berdasarkan data yang dipaparkan, saat ini terdeteksi sekitar 15 ribu hotspot. Setelah dilakukan verifikasi, terdapat sekitar 329 titik api yang membutuhkan penanganan, dengan luas lahan terdampak diperkirakan mencapai sekitar 15 ribu hektare.

Ia mengingatkan bahwa Riau memiliki karakteristik karhutla yang berbeda dibandingkan daerah lain karena mengalami dua periode rawan kebakaran setiap tahun. Kondisi tersebut diperparah dengan prediksi fenomena El Niño yang berpotensi membuat cuaca semakin kering.

Karena itu, Kapolri meminta seluruh personel Satgas Karhutla meningkatkan kesiapsiagaan, terutama memastikan ketersediaan sumber air sebagai langkah antisipasi apabila kebakaran terjadi. Menurutnya, upaya pencegahan harus lebih diutamakan daripada penanganan saat kebakaran telah meluas.

Selain kesiapan personel, edukasi kepada masyarakat juga menjadi perhatian utama. Kapolri mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membuang puntung rokok sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran di tengah kondisi cuaca kering.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan karhutla, pemerintah menyerahkan sejumlah bantuan peralatan kepada Polda Riau. Bantuan tersebut meliputi sekitar 50 unit air breathing apparatus untuk melindungi personel dari paparan asap, perangkat komunikasi guna mendukung koordinasi di daerah minim sinyal, kendaraan roda dua untuk mobilitas menuju lokasi titik api, alat berat, hingga peralatan pengeboran sumur sebagai penyedia sumber air saat pemadaman berlangsung.

“Saya berharap seluruh peralatan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai bentuk kesiapan kita menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan,” kata Kapolri.

Ia kembali menekankan pentingnya menjaga kolaborasi seluruh unsur pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, dan masyarakat dalam mencegah karhutla. Menurutnya, keberhasilan pengendalian kebakaran hutan tidak hanya bergantung pada kekuatan personel, tetapi juga pada kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.

Usai kegiatan di SPN Polda Riau, Kapolri bersama rombongan melanjutkan agenda kunjungan kerja menuju pabrik pupuk PT Bursatani Futura Andyta melalui jalur darat.(AVID/rel)

Berita Terkait

Tembok Gang Anggrek Tantang Pemko Medan: Siapa yang Berkuasa, Hukum atau Tembok?
PK BAPAS MEDAN LAKUKAN PEMBIMBINGAN KEPRIBADIAN BAGI KLIEN PEMASYARAKATAN TINDAK PIDANA TERORIS
Rommy Van Boy SH Temui Pedagang Pagaruyung, Desak Solusi di Tengah Proyek Drainase
32 Kantor Imigrasi Berganti Nama, Optimalkan Layanan kepada Masyarakat
Kebaikan Abel, Reza, dan Fadhil Hidupkan Tradisi Buka Puasa Sunah di Masjid Jamik Kebun Bunga
Diduga Akibat Cas HP, Dua Rumah Semipermanen di Tanjung Rejo Ludes Terbakar
Puluhan Tahun Rusak Parah, Jalan Udara Berastagi – Simpang Empat Akhirnya Mulus, Warga Apresiasi Bupati Karo
Perkuat Ukhuwah di Perantauan, Pedagang Ikan Pajak Cemara Medan Gelar Khanduri Maulid dan Santuni Yatim

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Tembok Gang Anggrek Tantang Pemko Medan: Siapa yang Berkuasa, Hukum atau Tembok?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:55 WIB

PK BAPAS MEDAN LAKUKAN PEMBIMBINGAN KEPRIBADIAN BAGI KLIEN PEMASYARAKATAN TINDAK PIDANA TERORIS

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:36 WIB

Rommy Van Boy SH Temui Pedagang Pagaruyung, Desak Solusi di Tengah Proyek Drainase

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:31 WIB

32 Kantor Imigrasi Berganti Nama, Optimalkan Layanan kepada Masyarakat

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Kebaikan Abel, Reza, dan Fadhil Hidupkan Tradisi Buka Puasa Sunah di Masjid Jamik Kebun Bunga

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:27 WIB

Puluhan Tahun Rusak Parah, Jalan Udara Berastagi – Simpang Empat Akhirnya Mulus, Warga Apresiasi Bupati Karo

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Perkuat Ukhuwah di Perantauan, Pedagang Ikan Pajak Cemara Medan Gelar Khanduri Maulid dan Santuni Yatim

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Lantunan 30 Juz Bil Ghoib Bergaung di Masjid Al-Jihad Medan, 12 Hafiz Sulaimaniyah Gelar Khotmil Kubro

Berita Terbaru