TANJUNG MORAWA –
Puluhan emak-emak menggelar aksi damai di depan Polsek Tanjung Morawa sebagai bentuk protes atas penanganan kasus penyerangan Kantor Sub Rayon dan Markas Rayon 0202.02 KB FKPPI Tanjung Morawa.
Massa meminta kepolisian mengusut secara menyeluruh dugaan adanya pembiaran yang dinilai membuka ruang terjadinya penyerangan hingga berlanjut pada insiden penembakan rumah warga.
Dalam orasinya, massa menyampaikan kronologi yang mereka yakini terjadi sebelum penyerangan. Mereka menyebut sekelompok orang yang diduga membawa senjata tajam, senjata api, dan bom molotov telah berkumpul di kawasan Kota Tanjung Morawa sejak sekitar pukul 22.24 WIB, sebelum bergerak menuju lokasi sekitar pukul 01.09 WIB.
Massa juga mengklaim bahwa sebelum serangan terjadi, kader FKPPI yang berjaga di markas diminta membubarkan diri oleh seorang petugas kepolisian.
Menurut mereka, petugas menyampaikan situasi telah aman sehingga para kader meninggalkan lokasi sekitar pukul 01.00 WIB.
Namun, sekitar pukul 01.45 WIB, markas FKPPI disebut diserang oleh sekelompok orang yang diduga melakukan perusakan, pembakaran, dan penembakan.
Massa aksi mempertanyakan tidak adanya patroli keamanan di lokasi saat kejadian, meski sebelumnya patroli disebut berlangsung cukup intensif.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan para pendemo, mobil patroli kepolisian baru tiba sekitar pukul 02.16 WIB setelah aksi penyerangan berlangsung.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan di kalangan warga dan keluarga FKPPI adanya unsur kelalaian atau pembiaran yang mereka minta diusut secara objektif.
Hingga berita ini ditulis, dugaan tersebut masih merupakan klaim yang disampaikan massa aksi dan belum terbukti.
Para pendemo mendesak kepolisian melakukan penyelidikan secara profesional, transparan, dan tidak memihak, serta memproses seluruh pihak yang terbukti terlibat, termasuk apabila dalam penyelidikan ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran prosedur oleh oknum aparat, sesuai ketentuan hukum yang berlaku.(red)





















