Empat Bulan Perbukitan Dikeruk di Batunanggar, Warga Hidup Dalam Bayang-bayang Longsor

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:19 WIB

5047 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Lawas Utara,
Rasa cemas dan kekhawatiran kini menyelimuti masyarakat Desa Batunanggar, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).

Aktivitas pengambilan batu cadas di kawasan perbukitan diduga dilakukan zeorang warga berinisial AH yang berlangsung selama kurang lebih empat bulan terakhir dinilai warga berpotensi mengancam keselamatan lingkungan dan permukiman sekitar.

Warga menegaskan, pada prinsipnya masyarakat tidak keberatan apabila pemanfaatan material alam dilakukan untuk kepentingan umum maupun pembangunan fasilitas masyarakat.

Namun kondisi berbeda dirasakan ketika aktivitas tersebut diduga berlangsung untuk kepentingan pribadi dan tanpa kejelasan izin maupun pengamanan lereng.

Kondisi tanah di sekitar lokasi disebut mulai menunjukkan perubahan. Beberapa warga mengaku melihat retakan tanah di area perbukitan yang sebelumnya relatif stabil. Situasi itu semakin menimbulkan ketakutan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Sekarang kalau hujan turun kami tidak tenang. Kami takut terjadi longsor tiba-tiba,” ujar seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan, Kamis (26/03/2026).

Menurut keterangan masyarakat, kegiatan pengambilan batu dilakukan secara terus-menerus tanpa terlihat adanya langkah penguatan tebing atau mitigasi risiko bencana.

Warga khawatir aktivitas tersebut dapat mempercepat pergerakan tanah yang berpotensi menimbulkan longsor.

Pengamat lingkungan menilai setiap aktivitas penggalian di kawasan perbukitan seharusnya melalui kajian teknis serta pengawasan ketat, terutama apabila berada dekat dengan wilayah permukiman masyarakat.

Tanpa perencanaan dan pengendalian yang baik, stabilitas tanah dapat terganggu dan meningkatkan risiko bencana alam.

Keresahan warga kini semakin meluas. Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi teknis terkait segera melakukan peninjauan lapangan guna memastikan aspek keselamatan lingkungan serta menelusuri legalitas kegiatan yang berlangsung.

Warga juga meminta adanya langkah pencegahan sejak dini agar potensi bencana tidak terjadi.

“Kami hanya ingin ada kepastian dan perlindungan. Jangan sampai nanti terjadi sesuatu baru semua bergerak,” ungkap tokoh masyarakat setempat.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu respons cepat dari pihak berwenang untuk memberikan rasa aman serta memastikan kondisi perbukitan di Desa Batunanggar tetap terkendali dan tidak membahayakan warga sekitar.(BR)

Berita Terkait

Anggota DPRD Dituntut 5,5 Tahun, FPR Desak KPK Tetapkan Aktor Intelektual sebagai Tersangka
Asisten Penasehat Khusus Presiden Bidang ESDM Hadiri Musdalub AKPERSI Sumsel 2026-2031
Lapas Sibolga Ikuti Tasyakuran HBP ke-62, Perkuat Komitmen Pelayanan Prima
Kanwil Ditjenpas Sumut Peringati HBP Ke-62, Perkuat Sinergi Layanan dan Kepedulian Sosial
Langkah Bersih-Bersih Lapas I Medan Berlanjut, Penggeledahan Blok Hunian Perkuat Stabilitas Keamanan
Pemeriksaan Kesehatan Terpadu HBP ke-62, 184 Petugas dan Ibu Dharma Wanita Ikuti Layanan di Lapas Kelas I Medan
Pemuda Pancasila Medan Sunggal Gelar RPP, Syahrijal Terpilih Sebagai Ketua Ranting Kelurahan Sunggal
Terkesan Tak Gentar Dengan Ketegasan Lapas I Medan, Tiga WBP Bandar Narkoba Diduga Masih Terus Kendalikan Peredaran Sabu Dari Balik Jeruji Besi

Berita Terkait

Kamis, 1 Januari 2026 - 06:03 WIB

Aceh Tidak Pernah Memberontak, Ia Hanya Terluka

Kamis, 1 Januari 2026 - 06:00 WIB

Deforestasi yang Dinormalisasi, Bencana yang Diwariskan

Kamis, 1 Januari 2026 - 05:55 WIB

Negeri di Bawah Bayang-Bayang Kekuasaan Lama

Berita Terbaru