JAKARTA —
Ketua Umum DPP Gerakkan Anti Narkotika dan Zat Adiktif Nasional (GARNIZUN) H. Ardiansyah Saragih, S.H., M.H., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolri beserta jajaran Polda Aceh atas keberhasilan luar biasa dalam membongkar jaringan narkotika berskala besar berupa 1,1 ton sabu di Kabupaten Pidie, Aceh.
“Keberhasilan pengungkapan ini tidak sekadar memperlihatkan kapasitas penegakan hukum yang melampaui ekspektasi, tetapi juga memancarkan komitmen moral kepolisian dalam merawat pilar keselamatan negara,” ujar Ardiansyah saat ditemui wartawan kemarin, di sela sela menghadiri sebuah acara bersama Menko Kumham Imipas Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Soc.Sc., Ph.D.
Ardiansyah yang didampingi Humas DPP GARNIZUN Aswani Hafit menilai bahwa kepemimpinan tegas yang ditunjukkan oleh Kapolri adalah wujud nyata transparansi dan profesionalisme, yang berhasil mentransformasikan tantangan keamanan nasional menjadi bukti kejujuran institusi demi melindunginya generasi penerus.
Pengungkapan kasus raksasa yang turut melingkupi pendalaman fasilitas produksi serta potensi jaringan lintas negara ini dipandang DPP GARNIZUN sebagai momentum strategis untuk mengurai seluruh mata rantai kejahatan secara menyeluruh.
Ketum DPP GARNIZUN H. Ardiansyah Saragih menekankan pentingnya pengusutan mendalam terhadap setiap aspek logistik, aliran dana, hingga potensi kelalaian maupun keterlibatan pihak-pihak tertentu tanpa pandang bulu.
Penanganan berorientasi keadilan objektif ini menjadi tonggak penting bahwa penegakan hukum di Indonesia berdiri tegak di atas asas integritas, di mana kepastian hukum dihadirkan secara jernih dan dapat dipertanggungjawabkan sepenuhnya di hadapan publik.
Sejalan dengan arahan serta visi strategis Presiden Prabowo Subianto, DPP GARNIZUN memandang bahwa pemberantasan narkotika merupakan bagian integral dari ketahanan sosial dan kedaulatan bangsa yang tidak dapat ditawar.
Keberhasilan membendung arus barang haram ini di kawasan perairan serta wilayah pesisir Aceh membuktikan koordinasi lintas lembaga yang harmonis di bawah arahan Kepolisian Republik Indonesia.
Ardiansyah menegaskan bahwa kejahatan narkotika adalah ancaman nir-militer terhadap kualitas sumber daya manusia, sehingga langkah penindakan terukur yang diiringi penguatan pengawasan wilayah border menjadi perisai utama bagi kedaulatan NKRI.
GARNIZUN memberikan dukungan penuh dan berkesinambungan kepada Kapolri untuk terus menuntaskan penyelidikan perkara ini hingga ke akar-akarnya, termasuk memverifikasi seluruh titik rawan serta indikasi jaringan pendukung lainnya.
Kepemimpinan Kapolri yang bijaksana dan responsif terbukti mampu menghadirkan rasa aman serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat yang begitu tinggi terhadap korps Bhayangkara.
Melalui pengungkapan tajam ini, Kepolisian Republik Indonesia tidak hanya berhasil mematahkan simpul kejahatan terorganisir, tetapi juga menanamkan rasa bangga dan optimisme mendalam di hati seluruh rakyat Indonesia.(red)





















