Jelang Ramadhan, Korban Banjir Simpang Jernih Terancam Tanpa Hunian, Pemerintah Diminta Jangan Lamban

MEDIA PAKAR

- Redaksi

Jumat, 2 Januari 2026 - 21:08 WIB

5080 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur — Bencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Simpang Jernih meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat. Sejumlah desa terdampak parah, di antaranya Desa Batu Sumbang, Desa Pante Kera, dan Desa Rantau Panjang. Hingga kini, banyak warga yang kehilangan rumah masih bertahan di kondisi serba darurat.

Menjelang bulan suci Ramadan, kekhawatiran semakin besar. Agus Suriadi, Sekretaris Jenderal DPW Fanst Respon Counter Polri Nusantara Provinsi Aceh, dengan tegas meminta pemerintah tidak lamban dan tidak abai terhadap nasib para korban banjir. Jumat, 2 Januari 2026.

“Jelang bulan puasa, jangan ada lagi masyarakat yang belum terdata untuk ditempatkan di hunian sementara. Negara tidak boleh kalah cepat dengan penderitaan rakyatnya,” tegas Agus kepada media.

Menurutnya, meski tenda darurat dari BNPB telah masuk ke wilayah terdampak, kondisi tersebut tidak bisa dijadikan solusi jangka panjang, terutama bagi warga yang rumahnya hanyut total.

“Tenda darurat hanya bersifat sementara. Yang kami tuntut adalah percepatan pembangunan hunian yang layak. Jangan biarkan rakyat menjalani Ramadan di bawah terpal tanpa kepastian,” ujarnya.

Agus menegaskan, pemerintah pusat maupun daerah harus bergerak cepat dan konkret, bukan sekedar pendataan di atas kertas. Ia menilai keterlambatan penyediaan hunian sementara dan hunian tetap sama saja dengan membiarkan korban terus menderita.

“Ini soal kemanusiaan. Kalau negara lambat, maka rakyat yang menanggung akibatnya,” tambahnya.
Ia juga meminta agar seluruh korban benar-benar didata secara transparan dan menyeluruh, agar tidak ada warga terdampak yang tercecer dan terabaikan. (*)

Berita Terkait

Viral di Aceh Timur? Haris Nduru Tantang Kadis PUPR Jelaskan Perbedaan Data Proyek Rp7,25 Miliar
BNPB, Bangun Huntara Diduga Tak Layak Huni, Korban Banjir Simpang Jernih Mengeluh
Desakan Penyelidikan Dana Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Menguat, Kaperwil Mitrapolisi Aceh Minta APH Bertindak
Pengadaan Sapi Meugang Rp7,5 M Tanpa Penimbangan Disorot, Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Minta Aparat Hukum Usut Tuntas
Dugaan Penggelapan Mobil di Aceh Timur, Nama Adira Finance Dicatut Debt Collector Ilegal
Sebulan Lebih Pasca Banjir Bandang Aceh Timur, Ketua PW FRN Aceh Soroti Masih Banyak Warga Bertahan Tanpa Peralatan Dapur Jelang Bulan Suci Ramadhan

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 11:55 WIB

Pengelolaan Parkir Pasar Rangkasbitung Akan Berubah, Masyarakat Berhak Tahu Rincian Bagi Hasil dan Pengawasan

Sabtu, 5 September 2026 - 13:32 WIB

Alspective 6.0 Jadi Wadah Kreativitas dan Pengembangan Bakat Siswa Al-Azhar 19 Ciracas

Sabtu, 5 September 2026 - 12:57 WIB

Lapas Sibolga Gandeng Pemkot dan Perguruan Tinggi Kembangkan Budidaya Ikan untuk Ketahanan Pangan

Sabtu, 5 September 2026 - 06:52 WIB

Pemasyarakatan Peduli Erupsi Gunung Sinabung, Rutan Kabanjahe Gerak Cepat Salurkan Bantuan

Jumat, 4 September 2026 - 16:49 WIB

Lampu Jalan Mati Tak Kunjung Teratasi, Ketua Ranting PP Helvetia Kecewa: Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab!

Kamis, 3 September 2026 - 19:55 WIB

HOAKS Terbantahkan! Istri Boby Santana Sembiring Tegaskan Tak Pernah Beri Keterangan Soal Sewa HP di Rutan Kelas I Medan

Kamis, 3 September 2026 - 19:17 WIB

Dukung Puasa Sunah Kamis, Abel dan Reza Salurkan Pangan Berbuka Gratis di Masjid Jamik Kebun Bunga Medan

Rabu, 2 September 2026 - 10:25 WIB

‎Proyek Revitalisasi SDN 1 Najaten Disorot, Dua Paket Pekerjaan Capai Rp1,4 Miliar

Berita Terbaru