Eko Afrianta Sitepu: Penguatan Karakter Berlandaskan Pancasila Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:29 WIB

5052 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN – Penguatan karakter sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Hanura, Eko Afrianta Sitepu, saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kecamatan Medan Tuntungan.

Kegiatan yang dihadiri ratusan masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, dan berbagai elemen warga tersebut mengangkat tema “Penguatan Karakter SDM Indonesia Berlandaskan Pancasila Menuju Indonesia Emas 2045.”

Dalam kesempatan itu, Eko Afrianta Sitepu menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga merupakan pandangan hidup, ideologi bangsa, pemersatu bangsa, sekaligus pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Menurutnya, cita-cita Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045 tidak cukup hanya ditopang oleh pembangunan ekonomi, kemajuan teknologi, dan infrastruktur. Lebih dari itu, diperlukan generasi yang memiliki karakter kuat, integritas tinggi, serta komitmen kebangsaan yang kokoh.

“Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki moral, etika, dan semangat kebangsaan yang kuat. Nilai-nilai Pancasila harus menjadi pegangan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Eko menjelaskan, perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa berbagai peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. Di tengah derasnya arus informasi, generasi Z dan generasi setelahnya menghadapi ancaman berupa intoleransi, penyebaran hoaks, kejahatan siber, krisis identitas, hingga polarisasi sosial yang berkembang di ruang digital.

Kondisi tersebut, kata dia, menuntut adanya penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila agar generasi muda mampu berpikir kritis, bijak dalam menggunakan teknologi, serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Di era digital saat ini, nilai-nilai kebangsaan harus terus diperkuat agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat memecah belah persatuan,” katanya.

Dalam pemaparannya, Eko juga menekankan pentingnya pendidikan Pancasila yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, metode pembelajaran harus lebih kontekstual dan aplikatif sehingga nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.

Pendidikan Pancasila, lanjutnya, dapat dilakukan melalui pendekatan berbasis proyek (project based learning), pemecahan masalah (problem solving), diskusi partisipatif, hingga pendekatan saintifik yang mendorong peserta didik berpikir kritis dan kreatif.

Dengan metode tersebut, generasi muda diharapkan mampu memahami makna setiap sila dalam Pancasila sekaligus mengimplementasikannya dalam kehidupan keluarga, lingkungan sosial, dunia pendidikan, maupun ruang digital.

Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila

Dalam kegiatan tersebut dijelaskan bahwa penguatan karakter bangsa harus dimulai dari penanaman nilai-nilai dasar Pancasila, antara lain:

Ketuhanan Yang Maha Esa, dengan menghormati perbedaan keyakinan dan menolak segala bentuk radikalisme serta intoleransi.

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, melalui sikap saling menghargai, menolak kekerasan, serta mencegah perundungan (bullying).

Persatuan Indonesia, dengan menumbuhkan rasa cinta tanah air dan menjaga keberagaman sebagai kekuatan bangsa.

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, melalui budaya musyawarah, demokrasi, dan semangat gotong royong.

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dengan meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu serta mendorong kemandirian ekonomi.

Melalui kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan ini, masyarakat diajak untuk terus memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang semakin dinamis.

Eko Afrianta Sitepu menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia menuju tahun 2045 sangat bergantung pada kualitas manusia Indonesia yang mampu menjaga persatuan, menghargai keberagaman, serta memiliki daya saing global tanpa meninggalkan jati diri bangsa.

“Pancasila harus menjadi fondasi dalam membangun SDM unggul. Dengan karakter yang kuat, integritas yang tinggi, dan semangat gotong royong, kita optimistis mampu mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Berita Terkait

Tembok Gang Anggrek Tantang Pemko Medan: Siapa yang Berkuasa, Hukum atau Tembok?
PK BAPAS MEDAN LAKUKAN PEMBIMBINGAN KEPRIBADIAN BAGI KLIEN PEMASYARAKATAN TINDAK PIDANA TERORIS
Rommy Van Boy SH Temui Pedagang Pagaruyung, Desak Solusi di Tengah Proyek Drainase
32 Kantor Imigrasi Berganti Nama, Optimalkan Layanan kepada Masyarakat
Kebaikan Abel, Reza, dan Fadhil Hidupkan Tradisi Buka Puasa Sunah di Masjid Jamik Kebun Bunga
Diduga Akibat Cas HP, Dua Rumah Semipermanen di Tanjung Rejo Ludes Terbakar
Puluhan Tahun Rusak Parah, Jalan Udara Berastagi – Simpang Empat Akhirnya Mulus, Warga Apresiasi Bupati Karo
Perkuat Ukhuwah di Perantauan, Pedagang Ikan Pajak Cemara Medan Gelar Khanduri Maulid dan Santuni Yatim

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Tembok Gang Anggrek Tantang Pemko Medan: Siapa yang Berkuasa, Hukum atau Tembok?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:55 WIB

PK BAPAS MEDAN LAKUKAN PEMBIMBINGAN KEPRIBADIAN BAGI KLIEN PEMASYARAKATAN TINDAK PIDANA TERORIS

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:36 WIB

Rommy Van Boy SH Temui Pedagang Pagaruyung, Desak Solusi di Tengah Proyek Drainase

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:31 WIB

32 Kantor Imigrasi Berganti Nama, Optimalkan Layanan kepada Masyarakat

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Kebaikan Abel, Reza, dan Fadhil Hidupkan Tradisi Buka Puasa Sunah di Masjid Jamik Kebun Bunga

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:27 WIB

Puluhan Tahun Rusak Parah, Jalan Udara Berastagi – Simpang Empat Akhirnya Mulus, Warga Apresiasi Bupati Karo

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Perkuat Ukhuwah di Perantauan, Pedagang Ikan Pajak Cemara Medan Gelar Khanduri Maulid dan Santuni Yatim

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Lantunan 30 Juz Bil Ghoib Bergaung di Masjid Al-Jihad Medan, 12 Hafiz Sulaimaniyah Gelar Khotmil Kubro

Berita Terbaru