Medan,
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan menggelar Ujian Akhir sekaligus penutupan rangkaian program Pengentasan Buta Huruf bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Moralitas Lapas Kelas I Medan pada Sabtu (31/10) ini merupakan langkah nyata dalam memberikan pembinaan kepribadian yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup warga binaan.
Sebanyak 15 orang warga binaan mengikuti ujian ini dengan penuh semangat dan antusias tinggi di bawah bimbingan Pembina Kegiatan, Naik Amran Naibaho.
Pelaksanaan kegiatan tersebut terselenggara berkat dukungan penuh jajaran Staf Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas) Lapas Kelas I Medan yang bekerja sama dengan mahasiswa/i Fakultas Psikologi Universitas Sari Mutiara Medan.
Kehadiran para mahasiswa memberikan pendekatan psikologis serta pendampingan belajar yang interaktif selama program berlangsung.
Suasana haru dan hangat menyelimuti Aula Moralitas ketika pihak Lapas menghadirkan langsung keluarga dari para warga binaan.
Kehadiran keluarga memberikan dorongan moral serta motivasi yang kuat bagi peserta saat mempraktikkan kemampuan membaca dan menulis yang telah mereka pelajari.
Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menegaskan pentingnya penguasaan literasi dasar sebagai bekal utama warga binaan dalam menjalani masa pembinaan hingga kembali ke masyarakat kelak.
”Kemampuan membaca dan menulis adalah hak dasar setiap individu sekaligus pondasi awal dalam proses pembinaan. Melalui program pengentasan buta huruf ini, kami ingin memastikan tidak ada warga binaan yang tertinggal. Kami berharap pengetahuan ini menjadi bekal berharga bagi mereka untuk membuka wawasan baru, membangun rasa percaya diri, dan menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke tengah keluarga dan masyarakat,” ujar Fonika Affandi.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan aman, serta terdokumentasikan secara rinci sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan tugas serta fungsi pelayanan pemasyarakatan di lingkungan Lapas Kelas I Medan.
(AVID/rel)





















