CIANJUR, 13 Juli 2026 –
Keluarga Besar Ikatan Keluarga Alumni BKPRMI (IKA BKPRMI) bersama Himpunan Petani Organik Cianjur (HIPOCI) menyelenggarakan sosialisasi Program MASJID BANGSA (Jamaah Masjid Bangun Desa) IKA BKPRMI , sekaligus penyerahan perdana bahan pangan dalam rangka Program Ketahanan Pangan Berbasis Komunitas Masjid. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026 di Desa Kebon Peuteuy, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur.
Acara dihadiri langsung oleh jajaran pengurus :
. Perwakilan Pimpinan Pusat IKA BKPRMI,PW IKA BKPRMI JABAR dan PD IKA BKPRMI Kab Cianjur
. Perwakilan pengurus HIPOCI, tokoh agama, pengurus masjid,kelompok tani, dan warga setempat.
Pada kesempatan tersebut Dr. Andi Kasman, S.E, M.M Ketua Umum PP IKA BKPRMI dan juga sebagai Dosen Pascasarjana Ilmu Pemerintahan FISIP UNPAD dalam pesannya menegaskan perlunya penerapan Penta Heliks Society dengan melibatkan IKA BKPRMI sebagai penggerak Masyarakat Masjid Bangun Desa, Pengurus dan jamaah Masjid di Desa, Petani/Kader Pangan Desa, dan kelembagaan Pemerintahan Desa di enam Desa Kab Cianjur, dan pelibatan UNPAD sebagai perguruan tinggi dalam kajian akademik untuk implementasi Desa Pangan Organik, juga disampaikan perlunya penetapan Desa Binaan untuk sustainable kontinuitas program, perlunya pergeseran kepemilikan Tanah, penggarap/buruh tani ke arah pemilikan sawah
Ketua Harian PP IKA BKPRMI, Drs. Tasyrifin Karim, menyampaikan bahwa program ini bertujuan mengoptimalkan peran masjid , menjadikan pusat penyediaan pangan yang aman, sehat, dan terjangkau bagi warga sekitar.
“Kami ingin masjid menjadi benteng ketahanan pangan di lingkungannya. Saat terjadi lonjakan harga atau gangguan pasokan, masyarakat tidak perlu cemas karena kebutuhan pokok sudah terjamin dari lumbung mandiri masjid,” ujarnya
Sinergi Langsung Bersama Petani Lokal
Sekretaris Jenderal PP IKA BKPRMI, Fahmi Alamri, menjelaskan kerja sama strategis dengan HIPOCI memotong rantai perantara, sehingga beras dan hasil pertanian organik bisa sampai ke masyarakat dengan harga lebih murah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
“Kita bangun sistem lumbung pangan masjid, kebun gizi warga,pengolahan sampah organik serta pelatihan budidaya pangan organik. Hasil panen petani Cianjur langsung disalurkan lewat komunitas masjid—menguntungkan kedua belah pihak,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum PW IKA BKPRMI Jawa Barat, Ade Bunyamin, menyebut sebagai langkah awal percontohan. “Jika berjalan lancar, model ini akan kami perluas ke seluruh kecamatan di Cianjur hingga se-Jawa Barat, demi mewujudkan kemandirian pangan umat berbasis nilai kebersamaan,” tegasnya.
Langkah Selanjutnya
Setelah sosialisasi ini, IKA BKPRMI bersama HIPOCI akan segera membentuk tim pengelola lumbung pangan di masjid setempat, menyusun jadwal penyaluran rutin, serta membuka pendaftaran pelatihan pertanian organik bagi warga yang berminat.
Program ini diharapkan memperkuat soliditas ummat, mendukung pertanian lokal ramah lingkungan, serta menjamin ketersediaan pangan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat…





















