Eko Afrianta Sitepu: Penguatan Karakter Berlandaskan Pancasila Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:29 WIB

5015 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN – Penguatan karakter sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Hanura, Eko Afrianta Sitepu, saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kecamatan Medan Tuntungan.

Kegiatan yang dihadiri ratusan masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, dan berbagai elemen warga tersebut mengangkat tema “Penguatan Karakter SDM Indonesia Berlandaskan Pancasila Menuju Indonesia Emas 2045.”

Dalam kesempatan itu, Eko Afrianta Sitepu menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga merupakan pandangan hidup, ideologi bangsa, pemersatu bangsa, sekaligus pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Menurutnya, cita-cita Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045 tidak cukup hanya ditopang oleh pembangunan ekonomi, kemajuan teknologi, dan infrastruktur. Lebih dari itu, diperlukan generasi yang memiliki karakter kuat, integritas tinggi, serta komitmen kebangsaan yang kokoh.

“Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki moral, etika, dan semangat kebangsaan yang kuat. Nilai-nilai Pancasila harus menjadi pegangan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Eko menjelaskan, perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa berbagai peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. Di tengah derasnya arus informasi, generasi Z dan generasi setelahnya menghadapi ancaman berupa intoleransi, penyebaran hoaks, kejahatan siber, krisis identitas, hingga polarisasi sosial yang berkembang di ruang digital.

Kondisi tersebut, kata dia, menuntut adanya penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila agar generasi muda mampu berpikir kritis, bijak dalam menggunakan teknologi, serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Di era digital saat ini, nilai-nilai kebangsaan harus terus diperkuat agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat memecah belah persatuan,” katanya.

Dalam pemaparannya, Eko juga menekankan pentingnya pendidikan Pancasila yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, metode pembelajaran harus lebih kontekstual dan aplikatif sehingga nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.

Pendidikan Pancasila, lanjutnya, dapat dilakukan melalui pendekatan berbasis proyek (project based learning), pemecahan masalah (problem solving), diskusi partisipatif, hingga pendekatan saintifik yang mendorong peserta didik berpikir kritis dan kreatif.

Dengan metode tersebut, generasi muda diharapkan mampu memahami makna setiap sila dalam Pancasila sekaligus mengimplementasikannya dalam kehidupan keluarga, lingkungan sosial, dunia pendidikan, maupun ruang digital.

Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila

Dalam kegiatan tersebut dijelaskan bahwa penguatan karakter bangsa harus dimulai dari penanaman nilai-nilai dasar Pancasila, antara lain:

Ketuhanan Yang Maha Esa, dengan menghormati perbedaan keyakinan dan menolak segala bentuk radikalisme serta intoleransi.

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, melalui sikap saling menghargai, menolak kekerasan, serta mencegah perundungan (bullying).

Persatuan Indonesia, dengan menumbuhkan rasa cinta tanah air dan menjaga keberagaman sebagai kekuatan bangsa.

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, melalui budaya musyawarah, demokrasi, dan semangat gotong royong.

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dengan meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu serta mendorong kemandirian ekonomi.

Melalui kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan ini, masyarakat diajak untuk terus memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang semakin dinamis.

Eko Afrianta Sitepu menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia menuju tahun 2045 sangat bergantung pada kualitas manusia Indonesia yang mampu menjaga persatuan, menghargai keberagaman, serta memiliki daya saing global tanpa meninggalkan jati diri bangsa.

“Pancasila harus menjadi fondasi dalam membangun SDM unggul. Dengan karakter yang kuat, integritas yang tinggi, dan semangat gotong royong, kita optimistis mampu mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Berita Terkait

Agra Reynold Gurning Melesat Sendiri, Jadi Satu-Satunya Pendaftar Ketua Hanura Karo
Narkoba, Penyebab Sawit Rakyat di Sumut Rentan Pencurian Terorganisir Disertai Kekerasan
Bulog Sumut Tuntaskan Distribusi Bantuan Pangan untuk 21 Kecamatan di Kota Medan
Pangdam I/BB Dampingi Wakasad Kunjungan Kerja ke Yonif TP 852/Arba Yudha Bhakti
Yusuf Maulana: 20 Nama dalam Surat Sony Sonjaya Diusulkan Jadi Saksi
Ruko di Lelang di Bawah Harga Pasaran, Pihak Bank Digugat ke Pengadilan
Sambut Tahun Baru Islam, TJSL PTPN IV Sentuh 1.000 Lebih Penerima Santunan Yatim-Dhuafa dan Renovasi 16 Masjid-Mushola
Jumat Berkah di Jalan Tembakau Raya, Langkah Kecil GRIB Jaya Hadirkan Kebahagiaan Besar Bagi Anak Anak Di Tiga Panti Asuhan

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:49 WIB

Agra Reynold Gurning Melesat Sendiri, Jadi Satu-Satunya Pendaftar Ketua Hanura Karo

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:55 WIB

Narkoba, Penyebab Sawit Rakyat di Sumut Rentan Pencurian Terorganisir Disertai Kekerasan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:29 WIB

Eko Afrianta Sitepu: Penguatan Karakter Berlandaskan Pancasila Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:22 WIB

Bulog Sumut Tuntaskan Distribusi Bantuan Pangan untuk 21 Kecamatan di Kota Medan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:42 WIB

Pangdam I/BB Dampingi Wakasad Kunjungan Kerja ke Yonif TP 852/Arba Yudha Bhakti

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:51 WIB

Ruko di Lelang di Bawah Harga Pasaran, Pihak Bank Digugat ke Pengadilan

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:20 WIB

Sambut Tahun Baru Islam, TJSL PTPN IV Sentuh 1.000 Lebih Penerima Santunan Yatim-Dhuafa dan Renovasi 16 Masjid-Mushola

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:12 WIB

Jumat Berkah di Jalan Tembakau Raya, Langkah Kecil GRIB Jaya Hadirkan Kebahagiaan Besar Bagi Anak Anak Di Tiga Panti Asuhan

Berita Terbaru