MEDAN
Kisah haru menyelimuti kediaman Junaidi, warga bantaran Sungai Deli yang sempat viral karena hidup dalam keterbatasan.

Rumah kardus yang bocor, mesin kompresor tambal ban yang hilang, hingga dua anak yang terancam putus sekolah karena tidak mampu membayar biaya pendidikan, akhirnya menjadi titik awal hadirnya kepedulian.

Atas arahan Pembina DPC GRIB Jaya Kota Medan Ferdy Sanjaya Sembiring, Ketua Rudi Ginting, Bendahara Rio Siahaan, Sekcab Drs. Toyib Marbun, serta dipimpin Ketua OKK Dudi Efni Pasaribu bersama jajaran pengurus dan tim GRIB Grab Aley, rombongan kemarin turun langsung mengunjungi rumah Junaidi.

Mereka tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga mengantar kedua anak Junaidi mendaftar kembali ke sekolah, melunasi biaya pendidikan hingga tamat kelas 6 SD, melengkapi seluruh kebutuhan sekolah, serta memberikan mesin kompresor baru agar Junaidi dapat kembali mencari nafkah.

Kehadiran rombongan yang disambut Camat, Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat kelurahan, dan masyarakat menjadi bukti bahwa kepedulian nyata mampu menghidupkan kembali harapan.
Di balik kesederhanaan sebuah aksi sosial, tersimpan pesan bahwa ketika tangan-tangan kemanusiaan saling bergandengan, tidak ada keluarga yang seharusnya kehilangan harapan untuk hidup dan masa depan anak-anaknya.(AVID)





















