Sibolga –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sibolga terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan program pembinaan kemandirian yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat. Pada Selasa (6/10/2026),
Lapas Sibolga menyalurkan sebanyak 330 batang tempe hasil produksi warga binaan ke Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Aek Tolang. Penyerahan tersebut diterima langsung oleh petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aek Tolang.
Pengiriman ini menjadi salah satu wujud nyata pemanfaatan hasil pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan produksi tempe.
Tidak hanya memberikan keterampilan dan pengalaman kerja, program ini juga membuka peluang bagi warga binaan untuk menghasilkan produk bernilai ekonomis yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Sibolga, Tri Purnomo, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong warga binaan agar terus produktif dan memiliki keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal setelah menyelesaikan masa pidana.
“Melalui produksi tempe ini, kami ingin menunjukkan bahwa warga binaan juga mampu berkarya dan menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan ini terus berkembang sehingga menjadi bekal keterampilan, membangun kemandirian, serta membuka kesempatan bagi mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” ujar Tri Purnomo.
Program produksi tempe di Lapas Sibolga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan etos kerja.
Dengan adanya penyaluran hasil produksi ke Dapur MBG Aek Tolang, kegiatan pembinaan ini diharapkan semakin berkembang dan memiliki jangkauan pemasaran yang lebih luas.
Penyaluran 330 batang tempe tersebut sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat pemanfaatan produk pangan hasil pembinaan serta mendorong kontribusi warga binaan dalam kegiatan ekonomi produktif.
Melalui program ini, Lapas Kelas IIA Sibolga berkomitmen untuk terus menghadirkan pembinaan yang berdampak nyata. Dari balik jeruji, warga binaan didorong untuk terus berkarya, meningkatkan kemandirian, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.(AVID/ Tim Humas Lasiga).





















