Lubuk Pakam,
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara Menerima Kunjungan Kakanwil Ditjenpas Sumut Pada Kamis (23/07/2026).
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Jalu Yuswa Panjang, melaksanakan kunjungan kerja sekaligus penguatan tugas dan fungsi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Pakam. Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Kepala Lapas Lubuk Pakam, Hakim Sanjaya, beserta seluruh jajaran.

Dalam rangkaian kunjungan, Kakanwil melakukan kontrol langsung ke sejumlah area strategis, mulai dari dapur, klinik, blok hunian, hingga ruang kunjungan warga binaan bersama keluarga. Peninjauan ini bertujuan memastikan seluruh layanan dan kondisi lapas berjalan sesuai standar serta menjunjung tinggi prinsip kemanusiaan.
Setelah peninjauan, kegiatan dilanjutkan dengan pengarahan dan penguatan tugas dan fungsi kepada seluruh petugas yang dilaksanakan di Aula Administratif. Dalam arahannya, Kakanwil menegaskan pentingnya kedisiplinan, kepatuhan terhadap regulasi, serta integritas dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.
“Kita semua sudah digaji oleh negara, diberikan tunjangan oleh negara. Maka sudah seharusnya kita mengikuti seluruh regulasi dan arahan pimpinan. Tidak ada lagi ruang untuk mengabaikan aturan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa saat ini pengawasan terhadap jajaran pemasyarakatan semakin ketat. Setiap pelanggaran yang sebelumnya mungkin luput, ke depan tidak akan lagi ditoleransi.
“Jangan sampai ketika aib itu terbuka, kita tidak siap menghadapinya. Tuhan masih melindungi kita, maka jangan sia-siakan kesempatan untuk memperbaiki diri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kakanwil menyampaikan bahwa dirinya mendapat arahan langsung dari pimpinan pusat untuk melakukan pembenahan di wilayah Sumatera Utara.
“Saya dipanggil langsung oleh Dirjen dan Menteri untuk membersihkan Sumatera Utara serta menegakkan disiplin. Ini adalah tanggung jawab yang harus kita jalankan bersama,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya sikap dan perilaku (manner) dalam bertugas. Menurutnya, adab dan sopan santun memiliki nilai yang sangat tinggi dalam kehidupan maupun dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Di agama manapun, adab itu lebih tinggi nilainya daripada ilmu. Cara kita memperlakukan orang lain mencerminkan kualitas diri kita,” ungkapnya.
Selain itu, Kakanwil memberikan sejumlah penegasan terkait teknis pelaksanaan tugas, di antaranya larangan membawa handphone ke dalam blok hunian bagi seluruh petugas.
Sebagai solusi, diinstruksikan penyediaan loker penitipan handphone serta fasilitas tablet di setiap blok untuk mendukung komunikasi warga binaan dengan keluarga secara terkontrol.
Terkait penegakan disiplin bagi warga binaan, Kakanwil juga mengarahkan agar pemberian sanksi dilakukan secara tegas namun tetap mendidik. Warga binaan yang menjalani straf sel agar diberikan pembinaan melalui kerja sosial seperti membersihkan lingkungan dengan pengawasan ketat, sehingga menimbulkan efek jera sekaligus menjadi pembelajaran bagi yang lain.
Sementara itu, Kalapas Lubuk Pakam, Hakim Sanjaya, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan arahan yang diberikan.
“Arahan yang disampaikan menjadi motivasi dan pengingat bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Diakhir kunjungan beliau menyempatkan untuk melihat lahan ketahanan pangan budidaya magot. Melalui kunjungan ini, diharapkan seluruh jajaran Lapas Lubuk Pakam semakin memperkuat komitmen dalam mewujudkan pemasyarakatan yang bersih, berintegritas, serta profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.(AVID/rel)





















