MEDAN —
Suasana khusyuk dan penuh keberkahan menyelimuti teras Masjid Jamik Kebun Bunga, Jalan Taruma, Medan, menjelang detik-detik azan Maghrib berkumandang pada Kamis sore,(01/10/2026).
Di pelataran masjid berarsitektur bersejarah yang telah berdiri lebih dari satu abad tersebut, puluhan pejuang puasa sunah berkumpul menanti waktu berbuka dengan penuh rasa syukur.

Di sela-sela waktu menanti berbuka puasa sunah Kamis tersebut, para jamaah menadahkan tangan, melantunkan doa-doa terbaik yang ditujukan khusus bagi para donatur, dermawan, dan para hamba Allah. Secara khusus, doa dipanjatkan untuk para dermawan seperti Abel, Reza, dan Fadhil, serta seluruh donatur yang konsisten menyisihkan rezekinya.
Para pejuang puasa sunah mendoakan agar para donatur senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, diberikan kesehatan yang prima, keberkahan umur, serta rezeki yang melimpah dan terus mengalir bagaikan air.

Kehadiran dukungan para dermawan ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat dan jamaah yang menjalankan ibadah puasa sunah.
Pengurus Masjid Jamik, Ice dan Rahmad Olo, mengungkapkan bahwa semangat para dermawan menjadi bahan bakar utama keberlangsungan kegiatan sosial keagamaan ini.
Kehadiran santapan berbuka seperti lontong soto ayam hangat, kurma, buah potong segar, air mineral, jus dingin, hingga beraneka ragam kue basah merupakan buah manis dari kepedulian bersama.
Saat waktu berbuka tiba, kehangatan begitu terasa di teras masjid. Seluruh jamaah menikmati sajian beragam makanan dan minuman pelepas dahaga setelah seharian menahan lapar dan haus.
Setelah menyantap sajian beragam makanan dan minuman pelepas dahaga berbuka, jamaah melanjutkan kegiatan ibadah dengan melaksanakan shalat Maghrib berjamaah di dalam ruang utama Masjid Jamik Kebun Bunga, menutup rangkaian ibadah hari itu dengan penuh kekhusyukan.(red)





















