Sibolga, Sabtu (10/10/2026) —
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sibolga melaksanakan kegiatan skrining kesehatan bagi 19 orang warga binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Rumah Produksi Tempe. Kegiatan ini dilaksanakan di Klinik Pratama Lapas Sibolga oleh Tim Medis Lapas Sibolga dengan pengawasan langsung dari pejabat struktural.
Skrining kesehatan tersebut meliputi pengambilan sampel untuk pemeriksaan HIV dan Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg), serta pengambilan sampel sputum atau dahak. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan kesehatan warga binaan yang terlibat dalam kegiatan produksi pangan, sekaligus mendukung penerapan standar kebersihan dan higiene di lingkungan UMKM dan Rumah Produksi Tempe.
Pelaksanaan skrining ini menjadi langkah preventif untuk mendukung proses produksi yang memperhatikan aspek kesehatan, kebersihan, dan keamanan pangan. Dengan demikian, program pembinaan kemandirian tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan dan produktivitas warga binaan, tetapi juga memperhatikan kualitas proses produksi serta kelayakan lingkungan kerja.
Kepala Lapas Kelas IIA Sibolga, Tri Purnomo, menegaskan bahwa kesehatan warga binaan merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung keberhasilan program pembinaan kemandirian, khususnya pada bidang produksi pangan.
“Pelaksanaan skrining kesehatan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memastikan program pembinaan kemandirian berjalan dengan memperhatikan aspek kesehatan, kebersihan, dan keamanan pangan. Kami ingin warga binaan tidak hanya memiliki keterampilan dalam memproduksi barang yang bernilai ekonomis, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kesehatan dan menerapkan standar higiene dalam setiap proses produksi,” ujar Tri Purnomo.
Lebih lanjut, Kalapas berharap kegiatan ini dapat mendukung keberlanjutan program UMKM dan Rumah Produksi Tempe Lapas Sibolga sehingga mampu menghasilkan produk yang berkualitas, higienis, dan memiliki daya saing, sekaligus menjadi sarana pembekalan keterampilan bagi warga binaan sebagai bekal untuk kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Sibolga terus berupaya mengoptimalkan pembinaan kemandirian yang produktif, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kualitas. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen pemasyarakatan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat serta mendorong kemandirian ekonomi melalui kegiatan produksi yang memperhatikan standar kesehatan dan kebersihan. (AVID/Tim Humas Lasiga).





















