MEDAN —
Balai Pertemuan Lingkungan VII/Blok 6 Perumnas Helvetia dipenuhi antusiasme warga pada Kamis (24/9/2026) siang.
Di pertengahan pekan kedua masa PKL, 11 mahasiswa Universitas Imelda Medan kembali hadir membawa edukasi kesehatan yang segar dan langsung menyentuh kebutuhan harian masyarakat.

Kehadiran tim yang beranggotakan Miftahul Khoiriah, Mhd Habib Siregar, Cut Mutia, Jelina Monita Hia, Adhelina Gloria Simanjuntak, Antonia Susanti Lahagu, Putri Utari, Epa Wahyuni Harahap, Aresna Zega, Elison Zendrato, dan Desi Natasya ini disambut hangat oleh para lansia dan warga sekitar.
Dalam sesi penyuluhan mengenai hipertensi dan diabetes, Aresna Zega bersama Jelina Monita Hia dan Adhelina Gloria Simanjuntak mengingatkan warga betapa pentingnya mengendalikan konsumsi garam.
Mereka menjelaskan bahwa asupan garam berlebih membuat tubuh menahan cairan yang memicu naiknya tekanan darah.
Suasana semakin interaktif ketika Mhd Habib Siregar bersama Antonia Susanti Lahagu, Putri Utari, dan Epa Wahyuni Harahap mengajak warga melihat demo pembuatan terapi herbal mentimun.
Dengan telaten, tim mahasiswa memperagakan cara mengolah 2 ons mentimun bersih yang diblender murni dengan sedikit air matang.
”Mentimun kaya akan kandungan yang dapat membantu merelaksasi pembuluh darah. Jika diminum rutin di sore hari selama tiga hari berturut-turut, ini bisa jadi terapi pendamping yang sangat baik di rumah,” jelas Habib di hadapan para warga.
Sementara itu, Cut Mutia dan Elison Zendrato turut membagikan panduan cetak pola hidup sehat kepada warga yang hadir.(AVID)





















