Perkuat Sinergi Kemitraan Strategis, PTPN IV PalmCo Berikan Apresiasi melalui PSR Awards 2026

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Minggu, 13 September 2026 - 09:10 WIB

5036 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta —

PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo untuk pertama kalinya menggelar Gala Dinner dan PSR Award 2026 perdana di LPP Garden Hotel Yogyakarta sebagai bentuk apresiasi kepada petani, koperasi, regional, unit pembelian, dan pemasok Tandan Buah Segar (TBS) yang berkontribusi dalam ekosistem kemitraan perusahaan. Agenda perdana ini dihadiri jajaran manajemen PTPN IV PalmCo, Komisaris Utama Desrial, Direktur Utama Jatmiko K. Santosa, Direktur Hubungan Kelembagaan Arya Sandhiyudha, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Hilda Savitri, Ketua Umum ASPEKPIR Setiyono, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Heru Tri Widarto, pemerintah daerah, serta mitra petani dari Regional 1 hingga 7, sebagai langkah memperkuat sinergi strategis dan membangun kemitraan sawit rakyat yang semakin produktif, profesional, dan berkelanjutan, Jumat (11/9/2026).

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa kemitraan dengan petani merupakan bagian fundamental dari keberlangsungan operasional perusahaan. “Kami menegaskan komitmen untuk tumbuh bersama petani sawit rakyat melalui kemitraan yang transparan, produktif, saling menguntungkan, dan berkelanjutan. Penguatan hubungan ini tidak hanya memperkokoh keberlangsungan operasional perusahaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani, penguatan industri sawit nasional, serta terciptanya nilai tambah berkelanjutan bagi negara dan masyarakat,” tegas Jatmiko.

Komisaris Utama PTPN IV PalmCo, Desrial, menegaskan besarnya peran pekebun rakyat dalam industri sawit nasional. “Jumlah pekebun sawit rakyat ini secara persentase adalah sekitar 41-42% sehingga ini merupakan suatu kekuatan yang sangat besar untuk industri sawit nasional kita,” katanya.

Sementara itu, Arya Sandhiyudha menjelaskan bahwa Gala Dinner dan PSR Award 2026 merupakan momentum memperkuat serta mempererat hubungan tersebut.

“Pelaksanaan Gala Dinner dan PSR Award PTPN IV PalmCo tahun 2026 yang diselenggarakan di Jogja ini akan menjadi momentum untuk memperkuat dan kebersamaan antara petani sawit rakyat dengan PTPN IV,” ujarnya. Penguatan hubungan hulu-hilir ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam mengembangkan rantai nilai sawit yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus sejalan dengan implementasi pendekatan ekonomi sirkular melalui optimalisasi keterhubungan antarmata rantai usaha.

Ketua Umum ASPEKPIR, Setiyono, mengapresiasi komitmen PTPN IV PalmCo dalam membangun hubungan yang semakin harmonis dengan petani sawit rakyat.

“Bagi kami para petani sawit, Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) adalah harapan bagi petani,” ujar Setiyono.

Menurutnya, keberhasilan PSR harus tercermin melalui peningkatan produktivitas, kesejahteraan keluarga petani, penguatan kelembagaan, dan keberlanjutan perkebunan rakyat bagi generasi mendatang.

PSR Award 2026 menghadirkan lima kategori penghargaan yang disusun berdasarkan indikator kinerja terukur dan transparan. Kebun Plasma Terbaik menilai pencapaian produktivitas dan penerapan single management. Regional PSR Terbaik mempertimbangkan komposisi kemitraan, capaian luas terhadap RKAP, realisasi luasan, serta persentase luas terhadap total PTPN IV PalmCo. Selanjutnya, Regional Pembelian TBS Terbaik menilai tonase terhadap RKAP, margin kontribusi terhadap RKAP, dan persentase pasokan TBS kepada PalmCo.

Sementara itu, Unit Pembelian TBS Terbaik dinilai berdasarkan capaian RKAP, margin kontribusi, dan persentase pasokan kepada regional. Adapun Pemasok TBS Terbaik mempertimbangkan kuantum pasokan, konsistensi, kualitas TBS, legalitas, serta ketepatan administrasi. Seluruh indikator tersebut menunjukkan bahwa penghargaan perdana ini tidak diberikan semata berdasarkan jumlah pasokan, tetapi juga mempertimbangkan produktivitas, kualitas, kepatuhan, konsistensi, dan tata kelola kemitraan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto, menyampaikan bahwa pelaksanaan PSR secara nasional telah mencatat perkembangan signifikan sejak dimulai pada 2016.
“Sebenarnya PSR itu cukup membanggakan, karena sudah 440.000 hektar rekomtek yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan sejak tahun 2016,” kata Heru. Namun demikian, ia menyoroti realisasi PSR melalui jalur kemitraan yang masih sekitar 27.000 hektare, sehingga diperlukan penguatan kolaborasi antara pemerintah, PTPN, petani, dan mitra strategis untuk mempercepat pencapaian target.

Ia mendorong PTPN IV PalmCo bersama para pemangku kepentingan untuk memperkuat hubungan dengan petani plasma sekaligus mempercepat penerbitan rekomendasi teknis (Rekomtek). Menurutnya, percepatan tersebut penting agar peremajaan tanaman tua dapat segera diikuti dengan penggunaan benih unggul dan penerapan praktik budidaya yang baik untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas TBS.

Bagi PTPN IV PalmCo, penguatan kemitraan melalui PSR dapat menciptakan hubungan hulu dan hilir yang semakin terintegrasi. Melalui pendampingan dan konsep pengelolaan bersama, perusahaan dapat membantu memastikan proses pemupukan, pemeliharaan, hingga panen dilakukan secara lebih profesional sesuai standar, sehingga produktivitas kebun rakyat dapat meningkat sekaligus memberikan kepastian terhadap kualitas dan kontinuitas pasokan TBS ke pabrik.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem sawit rakyat yang memberikan manfaat bagi seluruh pihak. Kebun rakyat yang produktif akan memperkuat pasokan bahan baku, sementara petani memperoleh peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Dalam perspektif ekonomi sirkular, keterhubungan tersebut mendorong optimalisasi nilai dari setiap mata rantai usaha, mulai dari kebun, petani, koperasi, hingga pengolahan di pabrik, sehingga manfaat ekonomi dapat berputar dan tumbuh secara berkelanjutan di dalam ekosistem perkebunan.(AVID/rel)

Berita Terkait

Kapendam XXII/TB Pimpin Vicon Lomba Karya Jurnalistik TMMD ke-130 TA 2026
Bapas Kelas I Medan Gelar Ibadah Bulanan Bina Rohani Kristen/ Katolik, Tanamkan Nilai Garam dan Terang Dunia
DWP Bapas Kelas I Medan Gandeng Pagadaian Tingkatkan Literasi Keuangan Melalui Edukasi Tabungan Emas
Pagi Menyapa, Kalapas Sibolga Tegaskan Disiplin dan Pemenuhan Hak bagi Warga Binaan Kiriman
Bapas Kelas I Medan Gelar Sidang TPP, Bahas Usulan Integrasi dan Litmas Peradilan Anak
Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah Tinjau Standar Higienis Produksi Tempe dan Dapur Lapas Sibolga
Bapas Medan Laksanakan Pendampingan Penyerahan Anak Dalam Proses Tahap II di Kejatisu
Kabapas Medan Pimp8n Rapat Persiapan Sosialisasi Kelayan Binter di Langkat

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Kapendam XXII/TB Pimpin Vicon Lomba Karya Jurnalistik TMMD ke-130 TA 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Bapas Kelas I Medan Gelar Ibadah Bulanan Bina Rohani Kristen/ Katolik, Tanamkan Nilai Garam dan Terang Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:41 WIB

DWP Bapas Kelas I Medan Gandeng Pagadaian Tingkatkan Literasi Keuangan Melalui Edukasi Tabungan Emas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Pagi Menyapa, Kalapas Sibolga Tegaskan Disiplin dan Pemenuhan Hak bagi Warga Binaan Kiriman

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah Tinjau Standar Higienis Produksi Tempe dan Dapur Lapas Sibolga

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Bapas Medan Laksanakan Pendampingan Penyerahan Anak Dalam Proses Tahap II di Kejatisu

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:06 WIB

Kabapas Medan Pimp8n Rapat Persiapan Sosialisasi Kelayan Binter di Langkat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Prapid Dikabulkan, Penetapan Tersangka Dhody Thahir Dinyatakan Tidak Sah

Berita Terbaru